Loading...

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

MEMBUKA SELUAS-LUASNYA KEPADA SEMUA BLOGGER UNTUK BERPARTISIPASI

Cari Blog Ini

Memuat...

Laman

Total Tayangan Laman

Jumat, 27 Februari 2009

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN
Oleh : Nur Afifuddin

A. Pendahuluan
Salah satu gejala kehidupan masyarakat modern adalah individu terlibat dalam berbagai organisasi. Banyak ragam dan jenis organisasi yang timbul dan diperlukan dalam tata kehidupan. Dengan organisasi diharapkan dapat mencapai suatu tujuan, dapat mengembangkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, dan akan merupakan sumber kemungkinan dikembangkannya karier seseorang.
Kerja sama dalam kehidupan suatu organisasi dalam arti pengaturan dan pemanfaatan berbagai sumber daya manusia, dana, sarana, waktu dan prasarana lain akan berhasil dengan efisien dan efektif apabila didukung oleh adanya suatu proses kegiatan yang disebut Manajemen. Proses yang menggambarkan rangkaian kegiatan atau pekerjaan dalam suatu organisasi pada hakekatnya mengandung Pengertian bagaimana rencana suatu kegiatan perlu disusun, bagaimana melaksanakan rencana, dan bagaimana mengendalikan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
Mengingat pentingnya manajemen dalam rangka pencapaian tujuan organisasi maka manajemen perlu dipahami dari berbagai sudut pandang. Secara jelas dapat menghayati dimensi-dimensi yang ada dalam mamajemen, diantaranya prinsip-prinsip dalam manajemen, peran manajer dalam manajemen dan manajemen sebagai suatu proses dan pengembangan teori manajemen.
B. Prinsip-prinsip Manajemen
Definisi prinsip mengandung arti suatu kebenaran yang mendasar, suatu hukum, bahkan ada yang menyebut prinsip adalah suatu doktrin atau suatu kekuatan yang dipakai sebagai landasan mengenai sesuatu. Prinsip dalam bahasa Inggris dipakai istilah “Principle”, dalam bahasa Perancis disebut “Princepe” dan “Principium” dalam bahasa Itali.
Prinsip dalam kegiatam manajemn mempunyai kedudukan yang fundamental sebab dengan prinsip tersebut akan memberikan dorongan atau motivasi tertentu dalam rangka memahami dimensi-dimensi yang ada dalam manajemen.
Istilah “Prinsip” dikemukakan oleh Hendri Fayol seorang tokoh yang mendapat julukan sebagai “Bapak Teori Manajemen Modern”. Berdasarkan hasil pengamatannya, beliau merumuskan 14 macam prinsip dalam manajemen, yaitu :
1. Pembagian Tugas (Devision of work)
Dengan adanya tugas dalam organisasi akan dapat terwujud efisiensi di dalam pendayagunaan tenaga kerja yang ada
2. Otoritas (Authority) dan Tanggung jawab (Responsibility)
Keduanya mempunyai hubungan yang erat. Merupakan kombinasi antara kedudukandan factor-faktor pribadi manajer, yaitu terjalinnya antara intelegensi, pengalaman, nilai-nilai norma dan pengabdian masa lalu.
3. Disiplin (Discipline)
Mengandung arti sikap hormat terhadap kesepakatan, ke arah terwujudnya sikap patuh, tekun, timbulnya daya kerja dan berbagai gejala lain (autbork) yang menunjukkan sikap menghormati.
4. Kesatuan Komando (Unity of Command)
Bahwa semua bawahan, atau staf hanya di bawah satu perintah seorang atasan
5. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Setiap organisasi akan membagi dirinya ke dalam berbagai unit kerja. Masing-masing unit kerja harus menuju satu rencana di bawah satu pemimpin
6. Terwujudnya kerukunan di antara bawahan (Subordination of individual to general interest)
Walaupun dalam organisasi terdapat perbedaan diantara bawahan, tetapi harus dapat diciptakan perdamaian atau kerukunan diantara mereka
7. Pemberian imbalan atau penghargaan (Remuneration)
Imbalan yang diberikan kepada bawahan harus mengarah pada usaha tercapainya rasa puas yang semaksimal mungkin bagi para bawahan
8. Sentralisasi (Centralization)
Pada hakekatnya mengurangi kewenangan bawahan dalam pengambilan keputusan yang ada pada bawahan, kebalikannya adalah desentralsasi.
9. Hirarki (Scalar chain, hierarchy)
Dapat digambarkan dengan berbagai kotak-kotak yang rapi atau bagan organisasi
10. Tatanan (Order)
Dengan tatanan, diatur berbagai sarana dan berbagai macam peranan manusianya dengan prinsip “the right man in the right place”
11. Keadilan (Equity)
Demi terwujudnya keadilan, sikap manajer harus selalu bersahabat dan terbuka dengan bawahan.
12. Keseimbangan Staf (Stability of staf)
Harus dihindarkan “a high employee turnover rate”. Kalau tidak dapat, suatu indikasi tidak tercapainya efisiensi organisasi.
13. Prakarsa (Initiative)
Bawahan harus diberi kebebasan untuk menyusun, melaksanakan dan mewujudkan apa yang mereka rencanakan, bahkan merenungkan berbagai kesalahan yang telah dilakukan dan hasil yang dicapainya.
14. Esprit de Corps
Mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menimbulkan perasaan kesatuan dalam orgamisasi. Perlu diciptakan komunikasi langsung atau bentuk tulisan.
Menurut Frederick Winlow Taylor yang disebut sebagai Bapak manajemen ilmiah (The father of Scientific Management) dalam karyanya yang berjudul “The Principle of Scientific Management” mengungkap lima prinsip dasar pendekatan ilmiah terhadap manajemen. Kelima prinsip tersebut ialah :
1. Replacing rules of thumb with science (Organized knowledge)
2. Tercapainya keharmonisan dalam kehidupan kelompok, bukan terpecah belah
3. Tercapainya kerjasama di antara semua tenaga manusia. bukan keadaan pribadi-pribadi yang kacau
4. Bekerja untuk mencapai hasil yang maksimal
5. Mengembangkan semua unsur tenaga kerja dengan segala kewajiban yang memungkinkan demi kesejahteraan bawahan maupun organisasi
C. Peranan Manajer dalam Kerangka Manajemen
1. Definisi
Ada beberapa definisi tentang manajer, antara lain :
a. MANAJER – anyone who is responsible for subordinates and other organizational resources
b. MANAJER – a person, occupying a position in a formalorganization, who is responsible for work of at least one other person and who has formal authority over that person.
Makna penting dari kedua definisi tersebut adalah seorang manajer mempunyai tanggung jawab terhadap berbagai macam tugas organisasi. Tugas tersebut mencerminkan bagaimana seorang manajer mengatur, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengembangkan berbagai sumber yang ada dalam sebuah organisasi. Pendayagunaan organisasi dan kegiatannya termasuk tugas manajer.
2. Fungsi atau peranan Manajer
Ada dua pendapat yaitu pendapat James A.F. Stoner dan Hendry Mintzberg.
a. Menurut James A.F. Stoner
Ada delapan macam tugas bagi setiap manajer, yaitu :
1) The manager assumes responsibility
Seorang manajer memikul tanggung jawab. Keberhasilan dan kegagalan organisasi mencapai tujuannya mutlak tanggung jawab manajer, termasuk tanggung jawab :
a) Keberhasilan menyelesaikan masalah khusus
b) Mengevaluasi tugas yang telah dilaksanakan
c) Semua aktivitas bawahan
2) The manager must balance competing
Manajer harus mampu menciptakan keseimbangan dalam rangka mencapai berbagai tujuan yang saling bersaing, dalam arti :
a) Manajer selalu dihadapkan pada berbagai hasil, problem dan kebutuhan organisasi
b) Manajer harus bertindak adil terhadap bawahan
c) Manajer harus mampu menentukan skala prioritas
d) Manajer harus pandai membagi pekerjaan pada bawahan sesuai keahliannya
3) The manager is a conceptual thinker
Manajer adalah seorang pemikir yang konseptual, artiya :
a) Setiap manajer adalah analis, harus mampu berpikir yang positif.
b) Berpikir menyeluruh dan abstrak
4) The manager work with and through other people
Manajer bekerja melalui orang lain, dalam arti :
a) Manajer bekerja bukan hanya dengan bawahan tetapi dengan sesama atasan atau kolega
b) Manajer berfungsi sebagai channel of communication dalam organisasi
c) Bekerja sama untuk mencapai tujuan jangka panjang, maupun menyusun rencana untuk mencapai tujuan tersebut.
5) The manager is mediator
Manajer adalah penengah, dalam arti :
a) Menyelesaikan pertikaian yang ada dalam organisasi
b) Menyelesaikan akibat perselisihan dalam organisasi
c) Turun tangan dalam situasi konflik
6) The manager is politician
Seorang manajer adalah politisi, dalam arti seorang manajer harus mampu bertindak persuasi dan kompromi demi pengembangan tujuan organisasi.
7) The manager is the diplomat
Manajer adalah seorang diplomat, adalah merupakan wakil resmi pada berbagai macam tingkat pertemuan, atau hubungan dengan organisasi lain
8) The manager makes difficult dicision
Manajer adalah pengambil keputusan, selalu dihadapkan berbagai macam pendapat tentang kebijaksanaan organisasi.
b. Menurut Hendry Mintzberg
Serangkaian peranan manajer digambarkan melalui diagram sebagai berikut :

Kewenangan dan status sosial

Peranan yang interpersonal
- Figurehead
- Leader
- Liaision

Peranan yang informasional
- Monitor
- Disseminator
- Spokesman

Peranan Mengambil Keputusan
- Entrepreneur
- Disturbance handler
- Resource allocator
- Negotiator











Penjelasan dari diagram di atas adalah sebagai berikut :
1) Peranan yang bersifat interpersonal, meliputi tiga hal :
a) Figurehead; pemimpin suatu organisasi kadang harus tampil dalam berbagai acara resmi dan undangan, misalnya upacar perkawinan, upacara pelantikan, dsb.
b) Berperan sebagai leader (penggerak); manajer harus mampu memberikan motivasi kepada bawahan, dan member bimbingan.
c) Berperan sebagai penghubung (Liaison); Manajer harus mengembangkan hubungan kerjasama, tidak hanya dengan bawahan tetapi lingkungan kerja lain dalam saling menukar informasi
2) Peranan yang bersifat informasional
Yaitu peranan menerima dan menyampaiakan informasi. Ada 3 peranan :
a) Peranan sebagai pemonitor (monitor); Manajer harus selalu mengikuti dan memperoleh segala macam informasi seluruh proses kegiatan di satuan kerjanya
b) Peran sebagai disseminator; selalu member informasi kepada bawahan setiap hal yang berkaitan dengan satuan kerjanya.
c) Berperan ebagai juru bicara; segala informasi yang menyangkut satuan kerja yang akan disampaikan keluar tidak bias disalurkan melalui orang lain, sebab juru bicara organisasi adalah manajer itu sendiri.
3) Peranan sebagai pengambil keputusan
Sebagai pengambil keputusan, manajer berperan sebagai :
a) Entrepreneur; setiap manajer harus (1) berusaha memperbaiki dan mengembangkan satuan kerjanya yang dipimpinnya, (2) berusaha untuk menciptakan ide dan gagasan baru.
b) Distrubance handler; orang yang selalu mampu segala macam kesulitan. Dalam situasi apapun, seorang manajer harus mampu mengatasi segala hambatan/tantangan yang dihadapinya
c) Resource allocator; peran sebagai pengatur segala macam sumber yang ada. Setiap manajer bertanggung jawab mengatur segala macam sumber daya tenaga manusia, dana, waktu, prasarana lain sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
d) Negotiator; orang yang hendak mewakili dalam setiap hubungan kerja dengan kerja di luar. Seorang manajer bertanggung jawab dan mempunyai kewenangan sepenuhnya mengadakan hubungan kerja.
3. Syarat-syarat Manajer
a. Menurut Fayol; yang terkenal sebagai “father of Modern Operational management Theory”, mengemukakan bahwa untuk menjadi seorang manajer diperlukan persyaratan tertentu berkaitan dengan aspek-aspek : 1) physical, 2) mental, 3) moral, 4) emotional, 5) technical, 6) experience.
b. Sumber lain berpendapat, bahwa untuk menjadi seorang manajer diperlukan persyaratan dasar, yaitu kepribadian, pengetahuan dan ketrampilan professional, latihan-latihan dan pengalaman professional.
Penjelasan ketiga syarat tersebut adalah :
1) Kepribadian
Merupakan keunggulan yang dimiliki, yang mengandung unsur berikut :
a) Mental; yaitu (1) memiliki keunggulan intelegensia (genius or near genius), (2) keunggulan dalam menilai, (3) kemampuan dalam menghadapi (to deal with) berbagai persoalan, (4) kecakapan kerjasama (5) kemampuan mempelajari pendekatan dan taknik baru, (6) kemampuan memberikan instruksi, (7) kemampuan mempengaruhi orang lain, (8) kemampuan menulis dan berbicara.
b) Ciri-ciri fisik (physical); yaitu (1) selalu dalam keadaan siap dan siaga (to be alert), (2) energik, (3) antusias
c) Emosional; mengandung arti : (1) Mempunyai kepercayaan diri sendiri, (2) Bersikap tenang dalam melaksanakan tugas, (3) kemampuan mengendalikan diri, (4) tidak bersikap murung, nervous, suka mengeluh atau selalu bernada tinggi.
d) Social (memiliki rasa kesetiakawanan); mampu menciptakan serta memelihara hubungan kemanusiaan dengan bawahan, kolega maupun atasannya.
e) Ethis (ethical); selalu memperhatikan dan mendasarkan perilakunya terhadap tata nilai yang berlaku
f) Sikap (attitudinal); selalu ditujukan kea rah tugas, bawahan, dan atasan.
2) Pengetahuan dan ketrampilan professional
Yang dimaksud adalah :
a) Mengetahui akan tugas dan fungsinya (job knowledge)
b) Didukung kecakapan professional (professional skill)
3) Latihan-latihan dan pengalaman professional
Seorang manajer berhasil dengan baik jika ia selalu meningkatkan dirinya dengan latihan professional atau mencari pengalaman yang relevan.

4) Lingkungan tugas seorang manajer
Dalam melaksanakan tugas, manajer harus selalu memperhatikan, peka, dan mampu menyesuaikan situasi di lingkungan kerjanya. Situasi tersebut menyangkut atasan, bawahan, kolega, organisasi dan perkembangan teknologi. Di bawah ini diagram lingkungan atau situasi yang berpengaruh terhadap para manajer dalam melaksanakan tugasnya


Superior
Styles
Manajer
Expectations
Styles

Co-work
Expectations

Subordinate
Styles

Expectations

Technology
Organization
















Menurut Fayol, manajer industri perlu memiliki 6 macam kemampuan, yaitu 1) Technical (production), 2) Commercial (buying, selling and exchange), 3) Financial (search for, and optimum use of, capital), 4) Security (protection of property and person, 5) Accounting (including statistic), 6) Maagerial (planning, organization, command, coordination, and control)

4. Variabel kegiatan seorang manajer dan waktu yang diperlukan
Pendapat tentang tugas dan fungsi manajer diemukakan oleh Mahoney Jordee dan Corroll yang dikutip James A. F. Stoner dalam buku berjudul Manajemen. Ada delapan tugas manajer, yaitu : a) Merencanakan (planning), b) meneliti (investigating), c) mengkoordinasikan (coordinating), d) menilai (evaluating), e) mengawasi (supervising), f) menentukan staf (staffing), g) negotsiasi (negotiating), h) mewakili atau memainkan peranan (representing).
Dari kedelapan macam peranan manajer di atas berdasarkan penelitian Mahoney, disusun diagram yang menggambarkan prosentase waktu yang diperlukan oleh setiap manajemen dengan aktivitasnya, sebagai berikut :
FUNGSI
PROSENTASE WAKTU
Supervising
Planning
Coordinating
Evaluating
Investigating
Negotiating
Staffing
Representing
28,4
19,5
15,0
12,7
12,6
6,0
4,1
1,8
5. Efektivitas Manajer
Seorang manajer dikatakan efektif apabila dapat dipenuhi dua hal berikut :
a. Berorientasi kepada tugas, artinya
1) Mengetahui sasaran dan tugas yang harus ditentukan
2) Sasaran dan tugas tersebut dipahami dengan jelas, dan disepakati kelompoknya
b. Berorientasi kepada hubungan, artinya
1) Manajer harus menyadari dan mampu menjaga kesatuan kelompok
2) Manajer harus mampu menjaga keterpaduan kelompok dalam tugas
Dengan demikian dapat ditentukan adanya empat ciri manajemen yang efektif :
a. Sasaran-sasaran yang jelas, yang sama-sama disetujui
b. Pertanggungjawaban dan peranan yang jelas
c. Peraturan-peraturan dan prosedur yang jelas
d. Fleksibel untuk mengadakan penyesuaian
D. Manajemen Sebagai Suatu Proses
Di dalam suatu proses ada berbagai aspek yang masing-masing mempunyai tugas, peranan dan kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Aspek-aspek meliputi elemen, tugas pokok, fungsi dan kegiatan
1. Unsur pokok, Tugas, Fungsi dan Kegiatan
a. Unsur Pokok (Element)
Ada tiga unsur dalam manajemen sebagai suatu proses
1) Idea (gagasan, pikiran); mempunyai tugas pokok (taks) yaitu melaksanakan pemikiran-pemikiran yang konseptual (Conceptual Think) dalam arti, merumuskan berbagai idea, gagasan atau pikiran (formulate notions)
2) Sumber-sumber (thing); sumber yang ada dalam organisasi dapat berupa dana, sarana, hukum, waktu, dan prasarana yang ada. Sumber-sumber tersebut mempunyai tugas mengatur, mengelola sehingga suatu proses berjalan dengan teratur (administration)
3) Sumber daya manusia (people); mempunyai peranan yang strategis dalam kehidupan organisasi. Mempunyai tugas pokok (taks) untuk menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapka (leadership). Leadership dalam manajemen dapat diartikan “mempengaruhi orang dalam rangka tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya”
b. Fungsi (function) dan kegiatan (activities)
Ada dua macam fungsi dalam manajemen, yaitu :
1) Fungsi bersifat terus menerus (continuous functions), meliputi kegiatan :
a) Analisis persoalan, yaitu (1) mengumpulkan fakta, (2) mengetahui berbagai sebab yang terjadi, (3) mengembangkan alternatif keputusan
b) Membuat keputusan, dalam arti sampai pada suatu kesimpulan dan penilaian
c) Berkomunikasi; memberikan kepastian tentang adanya berbagai Pengertian (ansure understanding)
2) Fungsi yang berurutan (sequential functions); Meliputi difinisi plan, organize, staff, direct dan control. Dari lima fungsi tersebur dijabarkan ke dalam dua puluh lima macam kegiatan atau aktvitas, yaitu :
a) Merencanakan (planning); dalam arti predeterminasi alur kegiatan, meliputi :
(1) Prediksi atau forcast, yaitu establish where present coursewill lead
(2) Menentukan sasaran (setobjectives), menentukan tujuan akhir yang diinginkan (determine desired and results)
(3) Mengembangkan strstegis (develop strstegies), menentukan suatu keputusan bagimana, dan kapan atau hasil dapat dicapai
(4) Menyusun program (program), menentukan prioritas, urutan serta waktu dan langkah-langkah yang perlu diambil
(5) Alokasi sumber (budget), mengalokasikan semua sumber yang ada
(6) Menentukan prosedur (set procedure), menyusun metode
(7) Mengembangkan kebijaksanaan (develop policies), yaitu “make standing dicision on important recurring matters.
b) Mengorganisasikan (organize); meliputi :
(1) Menyusun struktur organisasi ke dalam bagan
(2) Memberikan gambaran tentang berbagai hubungan
(3) Menyusun perincian tugas
(4) Menyusun kualifikasi jabatan
c) Menysun Staff (Staff); meliputi :
(1) Pemilihan (select), merekrut orang yang memenuhi persyaratan jabatan tertentu (for each position)
(2) Orientasi (orient), mengajak orang yang baru diangkat dalam jabatan menyesuaiakan dengan situasi
(3) Melatih (train), membuat pelatihan agar trampil
(4) Mengembang (develop), membantu dalam rangka memperbaiki pengetahuan, sikap dan ketrampilan
d) Mengarahkan (direct); meliputi :
(1) Memberikan delegasi (delegate)
(2) Memberikan motivasi (motivate), mengajak dan menimbulkan semangat perilaku kea rah tindakan yang dikehendaki
(3) Mengadakan Koordinasi (coordinate)
(4) Manage differences, encourage independent though and resolve conflicts
(5) Manage change, member dorongan kretivitas dan inovasi kea rah tercapainya tujuan
e) Pengendalian (control), meliputi
(1) Menyusun suatu laporan, yaitu determine what critical data are needed. How and when
(2) Mengembangkan standard performance (develop performance standard)
(3) Menentukan hasil (measure results), ascertain extent of deviation from goals and standard.
(4) Take corrective action, yaitu adjust plan, counsalto attain standards replan and repeatcyle
(5) Memberikan penghargaan (reward) praise, remunerate and discipline.
2. Diagram Manajemen sebagai proses
Manajemen sebagai suatu proses yang didalamnya mencakup : elemen, tugas, dan kegiatan tersebut dapat digambarkan secara sederhana melalui diagram sebagai berikut :

MANAJEMEN SEBAGAI PROSES

ELEMEN
GAGASAN
(IDEA)

FUNGSI

TUGAS

KEGIATAN
SUMBER
(THING)
MANUSIA
(PEOPLE)
PEMIKIRAN
KONSEPTUAL)

ADMINISTRASI

KEPEMIMPINAN
ANALISA
PERSOALAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KOMUNIKASI
PERENCANAAN
PENGORGANISASIAN
PENYUSUNAN STAF
PENGENDALIAN
MENGARAHKAN

7
4

4
5
5





















E. Pengembangan Teori Manajemen
Manajemen dalam perkembangannya baik sebagai suatu ilmu, maupun suatu proses, mengalami berbagai taraf perbedaan berfikir dan cara pandang. Oleh James A.F Stoner dalam bukunya berjudul Management, terbit tahun 1982, membagi perkembangan teori manajemen ke dalam tiga kelompok aliran (school) yang disebut “The Three School of Management” yaitu teori klasik, teori perilaku, dan teori kuantitatif yang dijelaskan sebagai berikut :
1. Teori Klasik (Classical Theory)
Ada dua kelompok dalam Teori Klasik, yaitu Scientific Management dan Classical Management.
a. Scientific Management
Pada aliran ini menekankan pentingnya factor produksi dan manusia. Agar efisiensi dan efektivitas organisasi dapat tercapai, perlu adanya peningkatan kedua factor yang saling berkaitan, yaitu produksi dan manusia.
Tokoh dalam kelompok ini adalah Robert Owen (1771-1858), Charles Babbage (1792-1871), Frederick W. Taylor (1816-1915), Herry L Gantt (1861-1919), Frank and Lillian M Gillbreth (1861-1924). Diantara tokoh tersebut yang sangat terkenal adalah Frederick W. Taylor, yang mengemukakan ada lima prinsip dasar pendekatan secara ilmiah terhadap manajemen, yaitu :
1) Replacing rules of thumb with science (organized knowledge)
2) Tercapainya keharmonisan dalam kehidupan kelompok
3) Tercapainya kerjasama di antara semua tenaga manusia.
4) Bekerja untuk mencapai hasil yang maksimal
5) Mengembangkan semua unsur tenaga kerja
b. Classical Management
Tokoh terkenal dalam kelompok ini adalah Hendry Fayol. Ada dua hal yang penting dalam kehidupan manajemen, yaitu :
1) Adanya empat belas prinsip yang perlu diperhatikan dalam manajemen, yaitu : pembagian tugas, otoritas dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan komando, kesatuan arah, kerukunan, penghargaan, sentralisasi, hirarki, tatanan, pemerataan, keseimbangan staff, inisiatif, dan esprit de corps.
2) Lima persyaratan yang perlu dimiliki oleh seorang manajer, ialah kemampuan : technical, commercial, financial, accounting, dan manajerial.
Fayol mengemukakan, manajer memerlukan kemampuan khusus, disebut managerial skill : planning, organizing, commanding, coordinating, controlling

2. Teori Perilaku (Behavioral Theory)
Menurut teori ini efisiensi dan efektivitas organisasi dapat tercapai ditentukan oleh factor-faktor perilaku. Ada beberapa tokoh dalam teori ini, yaitu :
a. Hugo Miinsterberg (1863-1916)
Mengemukakan bahwa organisasi akan berhasil secara efisien dan efektif diperlukan adanya 3 kemungkinan, yaitu : (1) The best possible person, (2) The best possible person, (30 The best possible person
b. Elton Mayo (1880-1949)
Menekankan pentingnya factor “human relation” dalam manajemen, ada 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1) Usaha yang dilakukan manajer berhubungan dengan bawahan
2) Manajer harus mengetahui penyebab perilaku bawahannya
c. Abraham Maslow
Manajemen akan berhasil apabila dapat dipenuhinya berbagai macam kebutuhan manusia. Teori Maslow dikenal dengan “Satisfaction of needs Theory” (Teori Pemenuhan Kebutuhan). Berdasarkan teori Maslow ada lima macam tingkat kebutuhan manusia, yaitu : physiological needs, security needs, social needs, esteem needs, dan self actualization needs.
d. Douglas Mc. Gregor
Terkenal dengan konsep pemikirannya yang disebut Teori X dan Teori Y
F. Penutup
Kerja sama dalam kehidupan suatu organisasi dalam arti pengaturan dan pemanfaatan berbagai sumber daya manusia, dana, sarana, waktu dan prasarana lain akan berhasil dengan efisien dan efektif apabila didukung oleh adanya suatu proses kegiatan yang disebut Manajemen. Proses yang menggambarkan rangkaian kegiatan atau pekerjaan dalam suatu organisasi pada hakekatnya mengandung Pengertian bagaimana rencana suatu kegiatan perlu disusun, bagaimana melaksanakan rencana, dan bagaimana mengendalikan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar