Loading...

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

MEMBUKA SELUAS-LUASNYA KEPADA SEMUA BLOGGER UNTUK BERPARTISIPASI

Cari Blog Ini

Memuat...

Laman

Total Tayangan Laman

Kamis, 26 Februari 2009

PEMBELAJARAN ELEKTRONIK

PEMBELAJARAN ELEKTRONIK
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
(Kelangsungan dari Elearning)
Electronic learning (e-Learning / eLearning) adalah hal umum yang digunakan mengarah pada satu bentuk pembelajaran yang mana instuktur dan murid dipisahkan oleh waktu dimana perbedaan antara dua jembatan melalui penggunaan teknologi secara online.
E-learning digunakan antar perubahan dalam satu variasi isi yang luas. Dalam perusahaan dianggap sebagai strategi yang menggunakan jaringan perusahaan untuk mengirimkan pelatihan kursus pegawai. Dalam jarak pendidikan universitas seperti universitas terbuka di UK / Penn State World Campus di USA, didefinisikan sebagai sebuah rencana pengajaran / pengalaman pembelajaran yang menggunakan spectrum yang luas utamanya dari teknologi internet untuk mencapai para pebelajar pada jarak jauh. Akhir-akhir ini di hampir semua universitas, e-leaarning digunakan untuk memberi definisi satu mode spesifik untuk mengikuti satu kursus atau program belajar dimana para siswa jarang, jika pernah, hadir secara langsung atau untuk akses kampus untuk fasilitas pendidikan, karena mereka belajar secara online.
Pasar
Perluasan dunia industri e-learning yang ditaksir lebih dari 38 milyar euro berdasar perkiraan konservatif, meskipun di uni Eropa hanya 20 % dari prodak e-learning dihasilkan dalam pasar umum. Pengembangan dalam teknoligi internet dan multimedia adalah dasar yang dari e-learning, dengan isi, teknologi dan servis akan diidentifikasikan sebagai tiga sector dari industri e-learning.
Perkembangan dari e-learning
Di tahun 2006, hamper 3.5 juta murid berpartisipasi dalam pembelajaran on line di institute pendidikan tinggi di USA. Beberapa pendidikan tinggi, untuk keuntungan lembaga, sekarang menawarkan kelas on line. Berlawanan dengan hanya separo yang khusus, tidak ada keuntungan sekolah yang menawarkan merek. ‘Sloan” melaporkan , berdasar pada memberikan para pemimpin akademik, mengatakan bahwa para murid secara umum muncul paling tidak sebagai pemuas dengan online mereka si kelas dengan yang tradisional. Lembaga-lembaga khusus menjadi lebih terlibat dengan presentasi online karena harga dari lembaga beberapa system turun. Pelatiahn staff yang sesuai harus juga disewa untuk bekerja dengan para siswa yang on-lined. Anggota staff ini harus dapat tidak hanya mengerti isi daerah, tetapi juga dilatih dengan sering dalam penggunaan computer dan internet. Online dalam pendidikan meningkat dengan cepat, dan online program doctoral bahkan berkembang pada penelitian universitas-universitas terkemuka.
Tekhnologi
Beberapa teknlogi dapat dan digunakan dalam e-learning, dari blog hingga kolaborasi software, eportfolio, dan ruang kelas yang sebenarnya. Kebanyakan situasi e-Learning menggunakan kombinasi dari teknik ini.
Sejalan dengan pelajaran teknologi, pengajaran teknologi, dan teknologi pendidikan, hal yang umumnya digunakan mengarah pada kegunaan teknologi dalam pembelajaran dalam perluasan daripada pelatihan berdasar komputr atau Tujuan Pengajaran Komputer tahun 1980. juga perluasan dalam hal Online Pembelajaran atau Online Pendidikan yang umumnya berdasar pada pembelajaran website. Dalam hal dimana teknologi mobil digunakan, hal M-Leraning telah umum. Namun demikian, penerapan E-learning juga melebihi teknologi dan mengarah pada aktualisasi pembelajaran yang terjadi dalam penggunaan system ini.
E-learing adalah secara alami menyesuaikn dengan jarak pembelajaran dan fleksibilitas pembelajaran, tapi dapat juga digunakan dalam penghubung dengan pengajaran secara langsung, yang mana hal terebut mencampur pembelajaran yang umum digunakan.
Khususnya dalam pendidikan tinggi, kenaikan tendensi adalah untuk menciptakan VLE (Situasi Pembelajaran yang Nyata) (yang kadang berkombinasi dengan satu Sistem Manajemen Informasi –MIS) untuk menghasilkan satu Situasi Pembelajaran yang Tertata dimana semua aspek dari satu kursus dipegang melalui satu konsistensi pengguna berhadapan dengan standar melalui lembaga tersebut. Satu peningkatan jumlah universitas secara fisik, sama baiknya dengan pembaruan online-hanya perguruan tinggi, telah mulai untuk menawarkan serangkaian pilihan tingkatan akademi dan program-program tertentu via internet pada satu level yang luas dan dalam satu disiplin yang lebar. Sedangkan beberapa program menyaratkan beberapa murid untuk mengikuti beberapa kelas / orientasi, beberapa disampaikan sepenuhnya secara online. Ditambah lagi, beberapa universitas menawarkan online pelayanan dukungan bagi siswa, seperti online saran-saran dan registrasi, konseling, online pembelian buku, pemerintahan murid dan majalah sekolah.
e-learning juga menawarkan pendidikan website seperti beberapa yang mereka tawarkan dalam scenario pembelajaran, lembarkerja dan latihan-latihan interactive dengan siswa. Hal ini juga digunakan secara ekstensif dalam sector bisnis dimana secara umum mengarah pada biaya pelatihan online yang efektif.
Pelayanan
Pelayanan E-leraning telah terlibat sejak computer digunakan pertama kali dalam pendidikan. Ada satu tren untuk mencampur pelayanan dalam pembelajaran, dimana computer berbasis kegiatan diintegrasikan dengan situasi kepraktisan dan berdasarkan kelas.
Tujuan dari E-learning
Pelajaran e-learning secara umum dirancang untuk mengarahkan para siswa melalui informasi atau untuk membantu para siswa membentuk tugas-tugas secara khusus. Informasi yang didasarkan pada e-learning berisi komunikasi informasi bagi siswa. Contoh-contoh temasuk isi yang menyalurkan sejarah atau kenyataan yang berhubungan dengan satu jasa, perusahaan atau prodak. Dalam informasi yang didasarkan pada isi, tidak ada ketrampilan khusus untuk dipelajari. Dalam penampilan berdasar isi, pelajaran membangun atu ketrampilan procedural yang mana siswa diharapkan untuk meningkat kemampuannya.
Pembelajaran Berdasar Komputer
Pembelajaran berdasar computer, kadang-kadang disingkat CBL, mengacu pada penggunaan computer sebagai komponen kunci dari situasi pendidikan. Yangmana hal ini dapat mengarah pada penggunaan computer di dalam satu kelas, secara luas hal tersebut berarti satu struktur lingkungan yang mana computer digunakan untuk tujuan-tujuan pembelajaran. Konsep tersebut secara umum mengarah pada satu situasi struktur yang mana computer digunakan sebagai tujuan pengajaran. Konsep ini secara umum terlihat akan berbeda dari penggunaan computer dalam cara-cara dimana pembelajaran paling tidak sebagai satu sekeliling elemen dari pengalaman ( sebagai contoh: games pada computer dan web browsing).
Pelatihan berdasar Komputer (CBT)
Pelayanan CBT adalah dimana seorang siswa belajar dengan program pelatihan khusus berdasar pada satu computer berhubungan dengan pekerjaan mereka. CBT efektif untuk program pelatihan orang-orang yang menggunakan aplikasi computer karena PROGRAM CBT dapat digabungkan dengan aplikasi supaya siswa dapat latihan menggunakan aplikasi yang mereka pelajari. Menurut sejarah, perkembangan CBT dihambat oleh berbagai sumber yang disyaratkan: sumber daya manusia untuk menciptakan satu program CBT, dan sumber hardware perlu untuk menjalankan ini. Namun demikian, kenaikan PD dalam kekuatan computer, dan khususnya meratanya perkembangan peralatan computer dengan CD-ROMs, pembuatan CBT adalah satu pilihan yang lebih aktif baik secara kerjasama dan individu. Beberapa aplikasi PC sekarang datang dengan beberapa bentuk terbaru darui CBT, sering disebut dengan satu tutorial. Pelatihan berdasar web (WBT) adalah satu pelatihan yang sama dengan CBT; namun demikian, dikirimkan lebih dari penggunaan internet dengan satu web-browser. Pelatihan berdasar web seringnya termasuk metode interaktif, seperti papan bulletin, obrolan, pesan singkat, videoconference dan diskusi. Pelatihan bedasar web biasanya pembelajaran menengah melalui beberapa system yang mengikuti online test dan evaluasi pada waktu tertentu.
Unsur Pedagogis (Pendidikan)
Unsure pedagogis adalah satu usaha untuk menggambarkan struktur atau unit dari materi pendidikan. Sebagai contoh, ini dapat menjadi satu pelajaran, satu tugas, satu pertanyaan pilihan, satu quiz, satu diskusi kelompok atau satu pembelajaran. Unit-unit ini harus diformat secara mandiri, sehingga meskipun akan diimplementasi dalam beberapa metode berikut, struktur pedagogis tidak akan termasuk dalam satu teksbook, satu halaman web, satu video konferen atau satu video iPod.
Awal mulanya untuk menciptakan isi e-learning, pendekatan pedagogis perlu dievaluasi. Pendekatan pedagogis yang simple membuatnya mudah untuk menciptakan isi, tapi kurang fleksibel, kurang kaya dan mengalirkan fungsi. Sebaliknya, pendekatam pedagogis yang komplek dapat menyulitkan untuk membangun dan santai untuk berkembang, bahkan mereka mempunyai potensi untuk menyediakan lebih dari pengalaman pembelajaran yang berlanjut bagi siswa. Beberapa diantara ekstrim ini adalah sebuah ide pedagogis yang mengikuti satu pendidikan khusus unuk menciptakan satu materi pendidika yang mendorong penyediaan dari kelanjutan pengalaman pendidikan bagi para siswa.
Pendidikan Pedagogis atau perspektif
Mungkin untuk menggunakan berbagai pendekatan pedagogis untuk pembelajaran yang meliputi:
Rancangan pengajaran – pengajaran tradisional pendidikan yang mana focus pada kurikulum, dan dikembaangkan melalui satu pemusatan kelompok pendidikan atau seorang pengajar.
Konstraktif social – pedagogis ini adalah sebagian dihasilkan dengan baik melalui penggunaan dari diskusi forum, bolgs, wiki, dan kolaborasi kegiatan online. Suatu pendekatan kolaborasi yang membuka isi reaksi pendidikan untuk perluasan kelompok termasuk murid itu sendiri.
Model Percakapan Laurillard’s juga relevant khususnya untuk e-learning, dan Gilly Salmon’s model tingkat lima adalah satu pendekatan pedagosis untuk penggunaan yang luas.
Perspektif kognitif focus pada proses kognitif melibatkan dalam pembelajaran sama baiknya bagaimana otak bekerja.
Perspektif emosi focus pada aspek emosi dari pembelajaran, seperti motivasi, pertautan, kulucuan, dsb.
Perspektif Tingkahlaku focus pada ketrampilan dan tingkah laku hasil proses pebelajar. Role playing dan aplikasi pada setting pekerjaan.
Perspektif kontekstual focus pada situasi dan aspek social yang dapat memdorong pembelajaran. Interaksi dengan orang lain, kolaborasi penemuan dan kepentingan dukungan kelompok sama seperti tekanan.
Kemampuan menggunakan ulang, standard an objek pembelajaran
Banyak usaha yang telah diletakkan ke dalam teknik penggunaan kembali pada elektronik berdasar pada materi pengajaran dan sebagian penciptaan atau penggunaan kembali Learning object (objek pembelajaran). Ini sendiri berisi unit yang dengan benar terpasang dengan kata kunci, atau metadata yang lain, dan sering disimpan dalam satu XML, file format. Penciptaan satu kursus meletakkan bersama satu rangkaian objek pembelajaran. Baik itu pemilik dan terbuka, mencari keuntungan daan tidak, penyimpanan pembelajaran objek kelompok yang diulang seperti penyimpanan “Merllot”
Satu format umum yang standar untuk e-learning adalah SCORM yang spesifikasi lain mengikuti pergerakan “objek pembelajaran” atau kategori metadata (LOM).
Standar ini sendiri awalnya dalam proses batas waktu dengan yang paling tua delapan tahun. Mereka juga relative vertical khusus: SIF utamanya Pk-112, LOM adalah kelompok awal, militer, dan SCORM adalah Militer awal dan Korps dengan beberapa Ed. PESC yang lebih tinggi dari Post dewan Standar Pendidikan Lanjutan juga membuat jalan utama dalam pengembangan sandar dan objek pembelajaran bagi Higher Ed, yangmana SIF adalah awal dari keseriusan yang berpindah pada objek pengajaran dan pembelajaran kurikulum.
Dalam US pK 12 ada satu pimpinan dari isi satndar yang kritis sebagaimana baiknya dengan standar data sebagai satu contoh permulaan. Pada masing-masing isi standar pemerintahan dan penguasaan benchmark adalah kritik metadata untuk daerah e-learning objek dalam hal tersebut.
Teknologi Komunikasi dalam penggunaan e-learning
Teknologi komunikasi secara umum dikategorikan secara synchronous. Aktifitas tersebut menggunakan teknologi seperti blog, wiki dan diskusi. Ide tersebut bahwa partisipan bertaitan dalam pertukaran ide atau informasi tanpa tergaantung pada keterlibatan partisipan yang lain dapat saat yang sama. Email juga synchronous dengan surat yang dapat dikirim atau dapat diterima tanpa mempunyai baik keterlibatan partisipasi pada waktu yang sama.
Aktifitas synchronous melibatkan pertukaran ide dan informasi dengan satu partisipan atau lebih selama periode waktu tertentu. Diskusi secara langsung adalah sebagai satu contoh dari komunikasi. Kegiatan synchronous terjadi dengan semua partisipan bergabung dlam satu waktu, karena dengan satu online pembicaraan atau kelas nyata atau pertemuan.
Kelas yang sebenarnya dan pertemuan dapat sering menggunakan satu campuran dari teknologi komunikasi.
Dalam beberapa model, komunitas tulisan dan saluran komunikasi berhubungan dengan komunitas e-learning dan M-learning. Kedua komunikasi tersebut menyediakan satu pandangan umum dari model pembelajaran dasar dan kegiatan disyaratkan bagi partisipan untuk bergabung dalam sesi pembelajaran bersebrangan dengan kelas yang sebenarnya dan bahkan bersebbrangan dengan kelas yang dimungkinkan dengan teknologi. Beberapa kegiatan, penting bagi pebelajar dalam situasi ini, memerlukan keseringan bicara dalam kelas nyata atau pertemuan blog.
E-Learning 2.0
Kata E-Learning digunakn pada cara pemikiran baru tentang inspirasi e-learning melalui munculnya web 2.0. bentuk prespektif dari E-Learning 2.0, penenuan e-Learning system didasarkan pada paket pengajaran yang dikirimkan pada murid menggunakan teknologi internet. Aturan dari keberadaan murid dalam pembelajaran dari membaca dan penyiapan tugas-tugas. Tugas-tugas dievaluasi oleh guru. Berlawanan, e-learning yang baru menerapkan penekanan pada pembelajaran social pembelajaran dan menggunakan software social seperti blog, wiki, podcasts dan dunia nyata seperti kehidupan yang kedua. Gejala ini juga telah dianggap sebagai Pembelajaran sepanjang masa.
Focus bru pada pembelajaran social menempatkan kembali pengetahuan dan pembelajaran dari Cartesian View yang tradisional. Prespektif dari Cartesian View yang dibawahpembelajaran kuno berasumsi bahwa pengetahuan adalah jenis dari subtansi, sehingga dapat dikemas menggunakan metode pengajaran untuk dikirim dan ditransfer pada para siswa. Berlawanan, e-learning 2.0 berasumsi bahwa pengetahuan (yang berarti makna dan pemahaman ) adallah kontruksi social. Kontruksi terjadi melalui percakapan tentang isi dan interaksi tentang masalah dan tindakan. Avokasi pembelajaran social mengklaim bahwa satu cara terbaik untuk belajar sesuatu adalah dengan mengajarkannnya dengan yang lain.
Komputer membantu tugas dan Rancangan Pembelajaran
Komputer membantu tugas, disusun dari yang otomatis tes pilihan ganda hingga ke system yang rumit menjadi umum. Dengan beberapa system, feedback dapat dilengkapi dengan kesalahan khusus dari siswa atau computer dapat memimpin murid melalui serangkaian pertanyaan mengambil apa yang muncul dari apa yang harus dipelajari atau tidak oleh siswa. Kebanyakan software untuk ini masih sangat primintif.
Kata learning design (rancangan pembelajaran) kadang-kadang datang dari tipe kegiatan yang didapat melalui software seperti open- system sumber LAMS yang mendukung rangkaian aktifitas yang dapat adaptif dan kolaboratif. Kekhususan pembelajaran IMS dianggap sebagai satu standar bagi rancangan pembelajaran, dan tingkatan IMS LD didukung dalam LAMS V2.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar