Loading...

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

MEMBUKA SELUAS-LUASNYA KEPADA SEMUA BLOGGER UNTUK BERPARTISIPASI

Cari Blog Ini

Memuat...

Laman

Total Tayangan Laman

Jumat, 27 Februari 2009

MENILAI KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, DAN ANCAMAN (SWOT)

MENILAI KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, DAN ANCAMAN (SWOT)
Oleh : Nur Afifuddin

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap saat manusia dihadapkan pada penemuan-penemuan baru di berbagai tempat di atas bumi. Semua itu merupakan tantangan baru yang harus dihadapi. Dengan adanya tantangan baru tersebut maka lahirlah cabang-cabang ilmu baru yang sudah mengarah spesialisasi atau spesifik pada bidang tertentu. Dengan demikian dapat memungkinkan perubahan pola berpikir dalam masyarakat. Manusia dapat cenderung memecahkan masalah yang terjadi hanya dari sudut pandang disiplin ilmunya masing-masing.sehingga dapat mengisolasi dirinya atau kelompoknya dengan kelompok masyarakat yang lain.
Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini sangat pesat. Perkembangan tersebut dapat menyebabkan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat yang semula tidak mengetahui perkembangan ilmu dan pengetahuan yang terjadi di belahan bumi lain, sekarang dapat mengetahui kejadian yang terjadi. Dengan cara menggunakan media masa, masyarakat dapat mengakses berita beberapa saat setelah kejadian berlangsung. Beberapa kejadian dapat juga menambah masalah kemasyarakatan yang semakin lama semakin kompleks dan berliku-liku.
Masalah yang terjadi adalah sangat kompleks. Masalah tersebut tidak dapat dipecahkan hanya dengan salah satu disiplin ilmu saja, tetapi memerlukan sebuah sistem dalam pemecahannya. Berbagai sudut pandang dengan berbagai macam disiplin ilmu sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah yang kompleks. Manusia tidak hidup sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Saling ketergantungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain adalah sebuah keadaan yang tidak dapat terbantahkan. Oleh karena itu pendekatan sistem dapat memberikan solusi di tengah – tengah masyarakat untuk memberi kerangka berpikir memecahkan masalah secara menyeluruh dan terpadu. Baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan masyarakat yang lain.
Pendekatan sistem dalam dunia pendidikan digunakan dalam mengatasi masalah – masalah pendidikan yang semakin kompleks dan kadang-kadang kita tidak tahu dari mana kita memulainya. Sering kita hanya terjebak dalam pembicaraan jenis – jenis pendidian yaitu pendidikan formal, non formal dan informal secara terpisah, padahal sebenarnya sangat terpadu. Dalam dunia pendidikan dikenal ada sistem kegiatan pendidikan (SKP). Kita harus menganalisis masalah pendidikan dan memperbaikinya dengan menggunakan pendekatan sistem dan harus mampu berfikir kreatif dalam memecahkan masalah.
Untuk merespon secara efektif perubahan dalam lingkungannya, sebuah organisasi atau komunitas publik harus terus mengamati lingkungan eksternal dan internalnya.

B. Rumusan Masalah
Dari uaraian latar belakang di atas, maka timbul permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah tujuan dari analisis SWOT ?
2. Apakah hasil yang diinginkan dari analisis SWOT S
3. Apakah manfaat-manfaat dari analisis SWOT ?
4. Bagaimanakah menilai lingkungan eksternal ?
5. Bagaimanakah menilai lingkungan internal ?
6. Bagaimanakah proses penilaian dari analisis SWOT ?
7. Bagaimanakah panduan proses dari analisis SWOT ?


BAB II
PEMBAHASAN

A. Tujuan
Analisis SWOT dalam perencanaan strategis hádala menyediakan informasi tentang kekuatan dan kelemahan internal organisasi sehubungan dengan peluang dan ancaman eksternal yang dihadapinya. Pendekatan gabi penilaian lingkungan eksternal dan internal akan menjadi wahana guna mengidentifikasi isu-isu strategis dan akan menyediakan informasi berharga bagi langkah selanjutnya yaitu pengembangan strategi. Isu strategis biasanya berkenaan bagaimana organisasi (di dalam) berhubungan dengan lingkungan lebih besar (di luar) di mana organisasi menjadi penghuni. Setiap strategi yang efektif akan mendapatkan keuntungan dari kekuatan dan peluang sekaligus meminimalkan atau mengatasi kelemahan dan ancaman.
Tujuan utama dari penggunaan perencanaan strategis adalah untuk menyiagakan statu organisasi terhadap berbagai ancaman dan peluang eksternal yang mungkin membutuhkan tanggapan di masa mendtang yang dapat diduga. Dengan kata lain, tujuan utama dari perencanaan strategis hádala mempersiapkan organisasi memberi tanggapan secara efektif lepada dunia luar sebelum muncul crisis.
Setiap tanggapan yang efektif terhadap ancaman dan peluang eksternal harus berdasarkan pengetahuan yang mendalam tentang kekuatan dan kelemahan organisasi. Tanggapan yang efektif dibangun di atas kekuatan internal untuk mendapatkan keuntungan dari peluang eksternal dan meminimalkan atau mengatasi ancaman eksternal. Dengan kata lain perencanaan strategis berkaitan dengan pencarian keseuaian yang terbaik dan paling menguntungkan antara organisasi dan lingkungannya yang didasarkan pada pemahaman yang mendalam mengenai keduanya.
B. Hasil yang Diinginkan
Hasil penting yang didapat adalah tindakan khusus untuk menanggulangi ancaman dan kelemahan. Ketika gerakan yang sesuai mulai nyata, orang-orang penting pembuat keputusan harus mempertimbangkannyauntuk mengambil tindakan. Perbedaan temporal yang tajam antara perencanaan dan implementasi tidak perlu terjadi. Sepanjang tindakan yang dipikirkan didasarkan pada informasi yang masuk akal, memiliki dukungan yang cukup, dan tidak menutup pilihan strategis yang penting, harus diberikan pertimbangan yang sungguh-sungguh untuk melakukan tindakan tersebut.
Operasi penyelidikan (scanning) yang paling efektif akan menjadi bagian jeringan penyelidik (scanner) dari beberapa organisasi yang saling tukar menukar informasi dan satu sama lain mengembangkan ketrampilan penyelidikan. Jika jeringan ini tidak ada, dimungkinkan untuk menciptakannya.
Langkah dalam analisis SWOT akan mendorong organisasi untuk mendorong untuk mengembangkan informasi manajemen (management information system-MIS) yang meliputi kategori input, proses, dan output, jira penyelidikan Belem ada. Sistem MIS yang efektif biasanya banyak memakan waktu, tetapi tanpa itu organisasi tidak akan mampu menilai secara objektif dan tidak ambigú, kekuatan, kelemahan, efisiensi, dan keefektifannya. Sistem MIS jangan terlalu birokratis atau tidak praktis.
Diskusi menyeluruh diantara orang-orang penting pembuat keputusan dan pembuat opini mengenai SWOT merupakan salah satu hasil yang terpenting.Diskusi semacam itu, ketika melewati garis fungsional dalam organisasi itu, memberikan wawasan kuantitatif dan kualitatif penting bagi organisasi dan lingkungannya, dan juga mempersiapkan jalan bagi identifikasi isu strategis dalam langkah selanjutnya.
C. Manfaat-manfaat
Penilaian lingkungan internal dan eksternal dapat memberi manfaat bagi organisasi diantaranya yang terpenting adalah penilaian itu menghasilkan informasi yang sangat penting bagi kelangsungan dan kemakmuran organisasi. Organisasi tidak dapat efektif tanpa memiliki pengetahuan pengetahuan yang mendalam tentang kekuatan dan kelemahan sehubungan dengan peluang dan ancaman yang dihadapinya.
Dengan kegiatan ini tim perencanaan strategis dapat melihat organisasi secara keseluruhan dalam hubungannya dengan lingkungannya. Hal ini merupakan salah satu dari prestasi tunggal perencanaan strategis. Pandangan seperi ini menghindarkan organisasi menjadi sorban lingkungannya. Organisasi dapat menyiapkan diri untuk menghadapi masa depan.
Penilaian eksternal dan internal juga mengembangkan ketrampilan para staff kunci yang jangkauannya terbatas, khususnya orang-orang penting pembuat keputusan dan pembentuk opini. Orang ini didorong untuk bergerak di luar uraian kerjanya dalam pemikiran dan diskusi mereka, yang dengan demikian akan meningkatkan peluang bagi wawasan kreatif dan integratif yang menjembatani organisasi dengan lingkungannya.
Jika verja penyelidikan lingkungan dan MIS diciptakan agak rutin, maka organisasi akan merutinkan perhatian lepada kecenderungan isu, peristiwa, dan stakeholder eksternal yang penting dan yang tidak terlalu penting, juga terhadap input, proses, dan output internal. Kejutan besar dapat dikurangi dan kemungkinan bagi tindakan antisipatoris dapat ditingkatkan.
Manfaat penting lanilla adalah tindakan yang tepat pada waktunya dapat dijalankan untuk menanggulangi ancaman dan kelemahan. Ketika tindakan yang tepat menjadi semakin jelas pada setiap titik di seluruh proses ini, tindakan itu harus dilakukan sepanjang tindakan tersebut didasarkan pada informasi yang masuk akal, memiliki dukungan yang cukup, dan tidak terlalu dini menutup kesempatan strategis penting. Sebagai manfaat terakhir adalah organisasi Sian untuk memusatkan perhatian kepada isu strategis kunci, yang berasal dari konvergensi tugas, misi, kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi.
D. Penilaian Lingkungan Eksternal
Kekuatan dan kecenderungan biasanya dipecah menjadi 4 kategori yaitu politik, ekonomi, social dan teknologi yang biasanya disingkat PESTs. Organisasi dapat menambah kategori tambahan misalnya pendidikan. Pflaum dan Delmont dalam ……………. (0000 : 142) mengidentifikasi 6 kategori, berdasarkan survei mereka mengenai penyelidikan eksternal dalam sepuluh organisasi publik dan nirlaba, yaitu :
1. Isu dan kecenderungan yang berkaitan dengan pajak
2. Perubahan nilai sosial dan politik
3. Kecenderungan komputasi, kominikasi, dan sistem informasi.
4. Peningkatan dalam beban tanggung jawab dan mamajemen resiko
5. Perawatan kesehatan
6. Isu-isu lainnya misalnya pemulihan terhadap bencana, kehamilan di usia muda, berkembangnya gerakan hak-hak binatang, penyelenggaraan perawatan anak sektor publik, pengurangan dana dari negara untuk jalan raya.
Sebagai tambahan bagi PESTs, organisasi dapat memantau kelompok stakeholder penting, khususnya yang benar-benar dan berpotensi menjadi klien, pelanggan dan pembayar, pesaing dan kolaborator.
Berdasarkan pengalaman di lapangan, anggota dewan pengurus organisasi yang dipilih biasanya lebih baik dalam mengidentifikasi ancaman dan peluang daripada pegawainya karena dewan pengurus biasanya bertanggung jawab menghubungkan organisasi dengan lingkungan luarnya. Hal ini ada banyak alasan, karyawan mendapatkan mandat dari undang-undang sedangkan pejabat yang dipilih mendapatkan mandatnya terutama dari pemilihan. Jadi sebenarnya lebih mudah untuk menjual penyelidikan eksternal kepada pejabat yang dipilih ketimbang kepada perencana dan administrator publik, karena mati hidupnya politisi bergantung pada bagimana pandainya mereka melakukan penyelidikan.
Walaupun dewan mungkin lebih baik dibanding staff dalam mengidentifikasi peluang dan encaman eksternal, biasanya tidak ada tugas penyelidikan eksternal yang sistematis ataupun efektif. Karena itu, kedua kelompok itu sebaiknya bersandar pada proses penilaian eksternal yang boleh dibilang formal dan reguler. Teknologinya tidak begitu rumit, dan memungkinkan organisasi secara murah, pragmatis dan efektif mewaspadai apa yang sedang terjadi di dunia yang lebih besar yang mungkin memiliki dampak terhadap organisasi dan pengejaran misinya.
E. Penilaian Lingkungan Internal
Menilai lingkungan internal organisasi berguna mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, aspek-aspek yang membantu atau merintangi pencapaian misi organisasi dan pemenuhan mandatnya. Tiga kategori utama yang seharusnya dinilai adalah : sumber daya (input), strategi sekarang (proses), dan kinerja (output). Ini juga merupakan kategori pokok yang seharusnya menjadi dasar pembangunan sistem informasi manajemen (MIS) yang efektif. Organisasi dengan MIS yang efektif seharusnya berada dalam oproses yang lebih baik untuk menilai kekuatan dan kelemahannya dibanding dengan organisasi tanpa sistem semacam itu.
Berdasarkan pengalaman di lapangan, sebagian besar organisasi memilki volume informasi yang terbesar tentang input mereka, seperti gaji, suplai, infrastruktur, personalia, dan sebagainya. Mereka tidak memiliki cukup banyak gagasan yang jelas tentang apa strategi mereka sekarang, baik menyeluruh maupun menurut fungsinya. Mereka juga tidak banyak memiliki gagasan tentang output, diluar pengaruh output ini pada klien, pelanggan, atau pembayar.
Ketiadaan relatif informasi kinerja menghadirkan masalah bagi organisasi maupun stakeholdernya. Stakeholder akan menilai harga organisasi berdasarkan seberapa baik organisasi itu berbuat terhadap kriteria yang akan mereka gunakan. Bagi stakeholder kriteria ini biasanya berkaitan dengan kinerja. Jira organisasi tidak bisa memperlihatkan keefektifannya terhadap kriteria ini, maka stakeholder mungkin akan melepaskan dukungannya.
Ketiadaan informasi kinerja bisa pula menciptakan atau mempertajam konflik organisasi yang berat. Tanpa kriteria dan informasi kinerja tak ada cara untuk menilai keefektifan relatif berbagai sumber daya, alokasi, rancangan organizacional, dan distribuís kekuasaan. Tanpa penilaian seperti itu, konflik organisasi mungkin terjadi secara tidak perlu, lebih partisan, dan dipecahkan dengan cara yang dapat meruntuhkan misi organisasi.
Kesulitan mengukur kinerja dalam sector Publio sudah Sangay umum (Fkynn dalam Bryson, 1999 : 146). Namun begitu, para stakeholder akan terus menuntut agar organisasi organisasi menunjukkan kinerja yang efektif sehingga membenarkan eksistensinya. Sekolah menghadirkan contoh yang memberi pelajaran bermanfaat. Jika sekolah Publio tidak bisa memperlihatkan bahwa mereka tengah mendidik siswanya, maka pembayar pajak akan mencari alternatif dalam sector swasta.
F. Proses Penilaian
1. Teknik Snow Card
Teknik Snow Card (Greenblat and Duke dalam Bryson, 1999 : 147) merupakan suatu kelompok yang Sangay sederhana Namur efektif bagi pengembangan daftar kekuatan, kelemahan, peluang, dan encaman. SMenurut Nutt and Backoff dalam Bryson (1999 : 147) Snow card disebut juga sebagai Snow Card, karena metode tersebut menggabungkan brainstorming yang menghasilkan daftar panjang jalaban yang mungkin bagi masalah tertentu dengan langkah pensintesisan, dimana jalaban dikelompokkan ke dalam kategori menurut tema bersama. Masing-masing jawaban dituliskan dalam kartu putih yang disebut snow card. Masing-masing kartu kemudian ditempelkan di dinding menurut tema yang sama, yang menghasilkan beberapa bola salju kartu.
Panduan bagi penggunaan teknik Snow Card adalah :
a. Memilih seorang fasilitator
b. Membentuk kelompok yang akan menggunakan teknik itu. Jumlah anggota yang ideal kelompok lima hingga sembilan orang, tetapi maíz bisa digunakan untuk dua belas orang
c. Pastikan sebuah kelompok duduk mengelilingi sebuah meja di ruangan dimana kartu mudah ditempel.
d. Pusatkan perhatian pada satu pertanyaan, masalah atau isu.
e. Pastikan individu dalam kelompok tenang, mencurahkan sebanyak mungkin gagasan dalam menanggapi pertanyaan, merekam gagasan tersebut pada lembar kerja masing-masing
f. Setiap individu mengambil lima item “yang terbaik” dari yertas verja mereka masing-masing dan mentranskrip gagasan tersebut menjadi lima kartu indeks yang terpisah
g. Anggota kelompok menempelkan segulungan pita ke belakang masing-masing kartu mereka
h. Kumpulkan kartu-kartu tersebut dan tempelkan kartu itu serentak pada dinding ruangan itu, kelompokkan kartu tersebut dengan tema serupa.
i. Jika kelompok menyetujui satu nama kategori, nama itu harus ditulis pada satu kartu putih tersendiri dan meletakkannya di bagian atas item-item dalam kategori itu. Kartu berlabel itu dibedakan dengan kartu lain
j. Item-item disusun kembali berdasarkan urutan logis, prioritas, atau temporal. Item baru bisa ditambahkan dan item lama bisa dihapus bila dianggap perlu.
k. Bila anggota kelompok sudah puas dengan kategori dan isinya, mereka kemudian membahas, membandingkan, serta mempertentangkan hasilnya
l. Bila sesi ini telah berakhir, kartu-kartu harus dikumpulkan berdasarkan urutannya, yang diketik dalam bentuk uraian singkat atau panjang lebar, dan bagikan kepada kelompok itu
2. Analisis SWOT : Sebuah Contoh
Membuat daftar kekuatan, kelemahan, peluang dan encaman saja tidak cukup. Daftar itu harus dibahas, dianalisis, dibandingkan, dan dipertentangkan secara cermat. Dengan kata lain, “analisis SWOT” harus dikerjakan. Para perencana harus mencatat implikasi khusus bagi perumusan isu strategis dan strategi yang efektif, serta tindakan yang mungkin diperlukan dan mungkin diambil sebelum berakhirnya proses perencanaan strategis.
Salah satu ciri menarik dari sebagian besar analisis SWOT adalah bahwa kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan encaman, terkadang merupakan cermin dari citra yang satu dengan yang lanilla. Dengan kata lain, kekuatan terbesar dari organisasi bisa jadi pula merupakan kelemahannya yang paling besar. Anggota tim perencanaan strategis hendaknya tidak terkejut melihat hubungan seperti itu. Kiatnya adalah mendapatkan keuntungan dari kekuatan dan kelemahan tanpa dirugikan oleh kelemahan dan encaman terkait.
Cabang eksekutif Central City memberi contoh yang menarik mengenai daftar SWOT yang dikembangkan melalui penggunaan kartu putih seperti di bawah ini :

Daftar SWOT Central City
Kekuatan
v Kepemimpinan politik walikota
v Profesionalisme manajemen, stabilitas, dan kebebasan bertindak
v Orientasi ke arah tindakan dan innováis
v Bekerja penuh pengabdian dan bermoral
v Kekuatan dalam program personalia
v Organisasi independen dan fleksibilitas departemen
v Dukungan warga
v Partisipasi warga yang luar biasa
v Hubungan verja yang bagus

Kelemahan
v Organisasi tersusun dengan terlalu kyat menurut garis vertical tanpa lapisan ke camping dan kontak eksternal
v Dewan kota bukan merupakan badan pembuat kebijakan yang efektif
v Tidak adanya visi manajemen yang mencakup seluruh kota
v Tidak adanya perencanaan strategis
v Walikota seorang pemimpin, bukan seorang manager yang efektif
v Sistem personalia yang usang
v Terlalu banyak partisipasi warga
v Batasan-batasan legislatif
v Hubungan perburuhan – terlalu banyak perserikatan yang terlalu kyat dan mempersulit manajemen
v Pendanaan – pendapatan yang merosot

Peluang
v Akses dan transportasi
v Perkembangan ekonomi
v Rancangan ulang organisasi dan pelayanan sebagai akibat dari kekurangan dana dan tekanan lanilla
v Hubungan dengan lembaga-lembaga dan stakeholder

Encaman
v Kehilangan pendapatan
v Perekonomian nasional dan regional yang buruk
v Persaingan dari pemerintah dan daerah lain, serta sector swasta
v Landasan ekonomi
v Tuntutan pendapatan
v Para stakeholder yang tidak biasa bekerja sama.

G. Panduan Proses
Salah satu
BAB III
SIMPULAN

Untuk dapat memecahkan masalah perlu berfikir kreatif. Berfikir kreatif adalah pembentukan hubungan-hubungan diantara hal-hal atau gagasan-gagasan yang sebelumnya tidak saling terhubungkan. Untuk dapat berfikir kreatif kita harus membiarkan jiwa kita dalam keadaan bebas dan tidak terhambat oleh sesuatu.Keadaan demikian mirip dengan melamun. Untuk berfikir kreatif diperlukan daya imajinasi yang sebenarnya sudah kita miliki tetapi jarang mempraktekkannya. Kita jarang berfikir kreatif dalam memecahkan masalah yang kita hadapi. Hal ini terjadi karena adanya sejumlah halangan, jebakan, atau kendala yang tidak tampak.
Suatu teknik yang sangat berguna untuk mendorong berfikir kreatif adalah brainstorming. Dalam brainstorming kita mengumpulkan sekelompok orang, memberi mereka masalah dan memacu mereka untuk memberi sebanyak mungkin gagasan yang dapat mereka berikan dalam waktu sesingkat mungkin. Satu keuntungan yang dapat diperoleh dari cara ini kita dapat mengumpulkan bermacam-macam pengalaman dan memandang masalah itu dari bermacam-macam disiplin. Makin banyak orang, makin banyak gagasan yang terkumpul. Kesempatan dibuat sesingkat mungkin karena dengan waktu yang singkat akan membuat kegiatan itu menjadi menarik, cepat dan hidup. Setiap peserta senang jika gagasan-gagasan itu datang singkat dan cepat tanpa basa basi. Tekanan waktu yang singkat bermanfaat jika orang-orang yang diminta ikut serta dalam brainstorming itu sibuk, karena orang-orang penting.

DAFTAR PUSTAKA

Soenarwan. 2008. Pendekatan Dalam Sistem Pendidikan. Surakarta : Sebelas Maret University Press.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar